Setiap narasi berawal dari manusia, tempat, dan tujuan. Arsitektur dan interiornya mengikuti narasi itu.
Rumah berawal dari penghuninya: rutinitas sehari-hari, keluarga yang sering berkumpul, lahan selebar empat meter. Ruang-ruangnya dibentuk mengikuti kehidupan yang sudah berjalan.
Menginap berawal dari tempatnya, dirancang sejak langkah pertama: kolam yang menyatu dengan sawah, void yang menarik cahaya ke bagian tergelap rumah.
Tempat usaha berawal dari tujuannya dan cara orang bergerak di dalamnya. Kafe, restoran, toko, lapangan padel, dan studio dirancang dari jalan ke dalam.