Sudut Ruang

segikopi

Komersial2026
Tampak dari jalan menuju pintu masuk, bidang atap hitam yang miring bertemu dinding batas berbatu dan pohon bambu.

Rumah lama, dimainkan dengan geometri, bukan bangunan ulang.

Kopisegi berangkat dari sebuah rumah lama dan sebuah keputusan untuk tidak menghapusnya. Sebuah intervensi geometris yang sederhana diletakkan di atas struktur yang sudah ada, cukup untuk memberi bangunan ini kesan modern tanpa membersihkan lahan atau memperluas luasnya — renovasi ini bekerja dengan apa yang sebenarnya sudah bisa ditawarkan denah lama begitu geometrinya dipertajam.

Dinding hitam yang dimiringkan mengarahkan pengunjung menuju paviliun berkaca keemasan di sudutnya.
Bukaan segitiga gelap di pintu masuk di bawah atap miring, bayangan bambu melintasi fasad di samping tanda segi.kopi.
Koridor melengkung menuju area makan, meja persiapan yang menyala di sepanjang dinding kiri.
Area makan santai dengan meja-meja bundar, dinding batu di satu sisi dan dapur berdinding kaca di sisi lainnya.
Meja bar berbahan batu di samping rak pajangan anggur yang menyala, kursi rotan dan meja bundar di depannya.
Area makan yang membuka ke arah dapur berdinding kaca, kabinetnya menyala hangat di balik jendela pass-through.
Meja makan privat dengan kursi rotan berlengan, disinari dinding kisi kuningan dari belakang dan sudut berdinding batu kasar.

Bangunan ini kini menampung kedai kopi dan ruang fine dining bersama-sama, dan arsitekturnya mengarahkan pengunjung melalui sebuah urutan tertentu yang terkait dengan fungsi tiap bagian — melunak dari tempo meja kopi menuju irama yang lebih lambat dari sebuah makan malam duduk, alih-alih menempatkan kedua fungsi berdampingan sebagai ruang terpisah.

Fasad miring di atas pintu masuk, bayangan bambu melintasi dinding di samping tanda segi.kopi.
Tampak lebih dekat meja yang sama di depan kisi kuningan yang disinari dari belakang, lampu gantung rotan anyaman terlihat di tepi bingkai.
Ruang makan dengan kursi rotan dan meja kayu, dinding kacanya membuka ke arah halaman berlantai keramik.
Meja kayu bundar di teras, dapur terlihat melalui dinding kaca di belakangnya.
Koridor beratap yang menghubungkan ruang makan dengan area duduk taman, batang pohon eksisting membentang di sepanjang plafonnya.
Kursi makan luar ruang di bawah fasad hitam, jendela berkisinya menyala hangat dengan latar dinding batu.
Tampak dari atas teras batu bertingkat di atas halaman berkerikil, dengan volume kaca keemasan di tepinya.
Kursi taman di samping sebongkah batu dekat dinding batas berbatu, pohon-pohon muda menaungi sudut ini.
Sudut taman yang sama dilihat dari meja-meja di halaman, dinding batu dan pohon muda mengelilingi tempat duduk di baliknya.
Lokasi
Bandung, Jawa Barat
Tahun
2026
Status
Konsep
Layanan
Desain Arsitektur, Desain Interior
Jalur taman di antara sayap makan berdinding hitam dan volume kaca keemasan, pohon eksisting yang tetap dipertahankan di tempatnya.
Proyek berikutnya
Tampak jalan TR-house, fasad layar berlubang yang dinaungi pohon eksisting.

TR-house