Berundak House

Rumah bukit yang mengikuti kemiringannya, bukan melawannya — sebuah ramp turun melewati teras berundak dan kolam refleksi dari jalan hingga ke ruang duduk.
Berundak House berdiri di atas lahan lereng yang lapang — tantangannya bukan luas lahan, melainkan kemiringannya. Alih-alih meratakan tanah, rumah ini mengikuti kontur lerengnya: sebuah ramp membawa denah turun melewati teras berundak yang ditanami menuju kolam tenang dan dangkal di level jalan setapak, gerakan utama proyek ini, bukan sekadar pelengkap.
Di atasnya, bagian berlapis tiles bertekstur rusuk warna bata mengambang melewati plin batu gelap, dinaungi atap yang cukup dalam untuk menaungi kaca lantai dasar dan carport di bawahnya; langit-langit kayu berkisi-kisi dari tumpang ini menyambung langsung ke plafon carport, sehingga naungan dan kedatangan terbaca sebagai satu keputusan material.













Kedatangan di Berundak House dipentaskan, bukan dihaluskan: sebuah gerbang mengarah ke ramp itu, turun melewati teras berundak dan kolamnya sebelum denah berbelok dan naik ke ruang duduk-makan-dapur terbuka, diterangi di bawah langit-langit kayu berkisi-kisi dan dipegang oleh kolom bundar polos. Kolamnya sendiri dilapis tiles rata dengan terasnya, tanpa bibir kolam yang mengganggu permukaan.
Di lantai atas, tiga kamar tidur berada di atas lantai publik. Suite utama membuka ke terasnya sendiri, tempat dua kolam kecil mengulang air di lantai dasar dalam ukuran mini — bukti bahwa mengikuti kemiringan lahan, bukan melawannya, bisa menjadi gerakan paling berkesan di sebuah rumah.















