Taut House

Rumah lereng yang terbelah menjadi dua bagian dan disatukan kembali oleh ramp, mengukur kedatangannya lewat kolam refleksi sebelum mencapai satu ruang pun.
Taut House mengambil lahan berlereng curam dan membangun penampangnya mengikuti kemiringan itu, bukan melawannya — bagian depan untuk servis, garasi, gym, dan ruang kerja; bagian belakang untuk kehidupan privat, berada pada ketinggian berbeda dan disatukan oleh ramp, bukan tangga.
Di antara kedua bagian terdapat kolam yang mengerjakan dua tugas sekaligus: membuka teras privat ke pemandangan perbukitan Bandung yang tak terhalang, sekaligus menjadikan permukaannya yang tenang sebagai penghalang antara teras itu dan pandangan langsung ke garasi di bawahnya — sebuah barier yang terbuat dari pantulan, bukan dinding.













Ramp yang menghubungkan depan ke belakang berlantai marmer dan berrailing kaca, diterangi deretan jendela sempit saat turun melewati halaman kolam — sirkulasi yang diperlakukan sebagai momen arsitektural tersendiri, bukan sekadar koridor yang harus dilewati cepat-cepat.
Palet Taut House tetap terjaga mewah namun minim dekorasi: plester pucat di atas, plin berpola cetak beton gelap di bawah, kisi-kisi kayu di garasi dan langit-langit, marmer beruratan yang menerus dari ramp ke lantai interior. Sebuah kolam refleksi kedua membentang di sepanjang jalan masuk, sehingga motif air ini sudah dimulai sejak kedatangan, bukan baru di halaman kolam.
















