LK House

Rumah beton ekspos ini berdiri berbeda di antara tetangga yang lebih lembut, interiornya dihangatkan oleh satu aksen warna yang menyebar di perabot dan batu, bukan hanya pada satu permukaan.
LK House berdiri di Kabupaten Bandung dengan pandangan ke cakrawala kota yang dibingkai dua kali — sekali di belakang meja makan lantai dasar, sekali lagi dari jendela kamar tidur satu lantai di atasnya. Pandangan ini bukan momen tunggal; ia diulang secara sengaja melintasi potongan bangunan.
Menghubungkan kedua lantai adalah tangga spiral melengkung yang dicat mustard-emas, catatan warna yang disengaja di tengah palet yang sebagian besar netral — beton, lantai abu-abu, dan kayu walnut.









Di puncaknya, denah terbuka menjadi lounge mezanin yang dijaga balustrade kaca, memandang langsung ke bawah, ke ruang keluarga di lantai dasar — satu garis pandang menerus yang berjalan dari kamar tidur atas, melalui mezanin, hingga ke lantai dasar.
Material LK House tetap disiplin: balok langit-langit bernuansa beton ekspos, kayu walnut di island dapur dan panel dinding, permukaan batu bervena hijau di island, serta tirai sheer yang melunakkan kaca tanpa menutup pandangan. Sofa dan kursi hijau membawa aksen warna milik penghuni sendiri.
LK House mengulang pandangan cakrawalanya, bukan menghabiskannya sekali — dinding kaca di dua lantai, diikat oleh tangga yang dibangun untuk dilihat sama seringnya dengan digunakan.









