Sajajar Space

Di Batujajar, kolam yang sudah ada berubah menjadi tempat duduk tenggelam mengelilingi air terjun, dengan batu dari nama lahan itu sendiri mengalir di seluruh ruang.
Di bagian belakang lahan ini dulu terdapat kolam renang, fitur yang mendominasi lahan dan, di atas kertas, hal pertama yang seharusnya disingkirkan. Sajajar Space justru mempertahankannya, dan mengubahnya menjadi jantung proyek: kolam itu kini menjadi tempat duduk yang menurun bertingkat mengelilingi air terjun, sehingga fasilitas yang dulunya privat kini mengumpulkan orang banyak, bukan lagi menjauhkannya.
Bangunan ini mengambil logika materialnya dari tanah tempat ia berdiri. Di Batujajar, yang namanya sendiri berarti "deretan batu," batu menjadi satu-satunya material utama proyek ini — hadir mulai dari fasad, mengalir ke seluruh palet, hingga sebuah bentuk batu yang disusun dari bebatuan yang sudah ada di lahan, diatur ulang alih-alih diganti. Nama tempat ini dan material bangunannya adalah gagasan yang sama, diucapkan dua kali.













Yang pada pandangan pertama tampak seperti denah yang tersusun bebas sebenarnya ditata oleh sebuah grid tersembunyi, yang menentukan letak setiap fungsi tanpa pernah menampakkan diri sebagai geometri kaku dari permukaan tanah. Kesan acak itu hanyalah lapisan luar; keteraturan di baliknya disengaja.
Kedatangan di sini tidak langsung. Pengunjung melewati koridor yang dibangun khusus untuk memperlambat langkah, memadukan air, batu, dan tanah terbuka secara berurutan, dengan cahaya matahari yang menembus lorong secara terputus-putus alih-alih menyinarinya merata — sebuah perlambatan sebelum ruang terbuka lebar, sehingga tempat duduk yang tenggelam dan air terjunnya hadir sebagai tujuan, bukan kesan pertama.
Programnya dibangun untuk menampung kerumunan dalam skala besar. Dirancang sebagai ruang restoran luar ruang yang juga disewakan untuk acara, tata letaknya mencakup panggung yang sekaligus berfungsi sebagai pelaminan, jalur kedatangan yang jelas, dan tempat duduk bertingkat yang memungkinkan tamu restoran maupun pengunjung acara menikmati ruang luar dari satu titik pandang yang tetap. Setiap elemen menjalankan dua peran — panggung untuk seremoni, formasi batu sebagai struktur sekaligus objek, kolam lama sebagai elemen air sekaligus ruang berkumpul.

















