Beauty Center

Pusat kecantikan dan apotik berbagi satu selubung plester merah muda, dibedakan hanya oleh fungsi, di jalan Tangerang yang padat.
Di tepi jalan yang sempit di kawasan padat Tangerang, Beauty Center menjalankan dua fungsi di bawah satu atap — pusat kecantikan dan apotik — berbagi satu selubung plester merah muda pudar, bukan terpecah menjadi dua etalase terpisah.
Massanya hampir seluruhnya siku, kecuali satu volume silinder yang mendorong naik menembus garis atap, melengkung di tengah komposisi yang sebagian besar berbentuk kotak. Ini gestur tunggal yang disengaja — satu-satunya bentuk yang membuat bangunan ini dikenali.









Di level jalan, kaca fasad ditarik ke belakang di bawah arkade beratap, dilunakkan oleh sejalur tanaman rumput hias dalam nada merah muda yang sama dengan dinding di atasnya — keteduhan dan kedalaman di kaki bangunan, bukan kaca yang menempel datar ke trotoar.
Di dalam, plester berlanjut tanpa putus; volume lengkung muncul kembali sebagai dinding interior, bertemu bangku built-in berpermukaan terazo di bawah ceruk cahaya yang dalam. Program apotik dan pusat kecantikan berada dalam selubung yang sama, dibedakan lewat fungsi, bukan material.
Beauty Center menyelesaikan program gandanya bukan dengan pemisahan, melainkan dengan kesinambungan — satu selubung, satu lengkung, dua meja layanan yang bekerja secara terbaca di dalamnya, di jalan yang justru jarang menawarkan keterbacaan semacam itu.











