Terra Sports Club

Pabrik garmen bekas di Cimahi, footprint shed-nya dimaksimalkan untuk padel di balik kulit baru bernuansa terakota.
Terra Sports Club menggunakan kembali footprint pabrik garmen eksisting di Cimahi, bekerja di dalam bangunan shed yang ditinggalkan pabrik itu secara spesifik untuk memaksimalkan luas lapangan padel yang bisa ditampung bangunan.
Bentuk warisannya terbaca dari jalan — volume panjang dan rendah di bawah satu atap miring bernada tunggal. Yang baru adalah kulitnya: pelapis bernuansa terakota membungkus bangunan, dan di level kaca atas, layar bilah vertikal bergelombang di sepanjang garis atap, memecah geometri lurus asli si shed menjadi sesuatu dengan ritme yang lebih hidup.












Kedatangan bergerak melalui koridor melengkung berupa layar logam berlubang bernuansa terakota sebelum signage klub terlihat, melewati pohon-pohon besar yang dipertahankan cukup dekat untuk menyentuh layar, bukan ditebang.
Nuansa terakota yang sama berlanjut dari koridor ke lantai area masuk, memperlakukan kulit baru dan bidang tanah sebagai satu keputusan material yang menerus, bukan dua finishing yang bertemu di sebuah ambang.
Terra Sports Club tidak menyamarkan bahwa ia adalah bangunan yang digunakan kembali — ia mengambil footprint pabrik, meregangkannya untuk menampung sebanyak mungkin padel yang bisa ditampung shed, dan membungkus hasilnya dalam satu bahasa material baru yang konsisten.













